Hukum Kembang Api Menjelang Idul Fitri Ditengah Pandemi

Menjelang hari raya idul fitri, setiap tahun di penghujung ramadan teror petasan kala malam seperti sudah menjadi tradisi. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menyemarakkan suasana lebaran. Suara kembang api sesekali terdengar beriringan dengan suara takbir di malam hari.

Masyarakat begitu antusias menghadapi perayaan di bulan suci. Walaupun pasalnya suasana bulan ramadan hingga kini juga masih diliputi dengan berita pandemi, masyarakat tetap ingin menjunjung nilai-nilai tradisi.

Tradisi kembang api biasanya dilakukan oleh anak-anak pada saat malam takbiran. Mengapa menjadi sebuah tradisi? Karena berawal dari kebiasaan menjadikannya sebagai sebuah hiburan serta kesenangan dalam diri. Bila dikatakan sebagai tradisi masyrakat perlu paham hukum kembang api dalam agama islam.

Lanjutkan membaca “Hukum Kembang Api Menjelang Idul Fitri Ditengah Pandemi”

Kebijakan terbaru, berikut contoh RPP K.13 versi 1 halaman

Mengikuti info terkait perkembangan dalam dunia pendidikan, Nadiem Makarim selaku ketua Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan kebijakan “Merdeka Belajar” terkait penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari yang awalnya memiliki belasan komponen disederhanakan menjadi tiga kompenen dibuat dengan hanya satu halaman.

RPP satu halaman ini diasumsikan oleh Mendikbud supaya guru tidak merasa terbebani dengan pekerjaan administratif, bahwa hal utama yang sangat diperlukan itu adalah bagaimana terciptanya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Dalam sistem penyederhanaan ini tentu mengurai banyak perubahan didalamnya.

Lanjutkan membaca “Kebijakan terbaru, berikut contoh RPP K.13 versi 1 halaman”

1/3 Malam

Sepertiga malam
Begitu tentram
Siul angin terasa bernada
Remang bercahaya
Aroma vanila seperti biasa

Bersama
Sepi
Sunyi
Pelan
Juga menguatkan

Selepasnya baru ada obrolan
Nasihat serta pengingat
Untuk selalu taat
Dunia dan akhirat

Lima Cara Membuat Pikiran Menjadi Tenang

Bukan kehidupan bila tidak ada tempaan, berbagai bentuk permasalahan hingga menimbulkan keresahan ataupun kegelisahan. Hal itu sangat mengganggu hati dan pikiran. Terkadang sulit membuat diri ini menjadi tenang. Cara yang biasa aku lakukan menghilangkan beban pikiran agar tetap tenang yaitu

1. Menghilangkan Pikiran Negatif

Ada beberapa permasalahan yang membuat kita seringkali merasa cemas, salah satunya ketika sedang mengumpulkan tugas berharap hasilnya bisa membuat guru puas, karena pikiran negatif ini kita jadi takut menerima respon atau hasil yang akan kita terima entah bentuk kemarahan ataupun teguran. Padahal hasil yang kita dapatkan belum tentu buruk, dan sekalipun buruk belum tentu akan menimbulkan amarah. Dengan berpikir positif menerima apapun hasil justru membawa kita pada ketenangan. Kita tidak akan begitu merasa gusar.

2. Mendekatkan diri pada Tuhan

Tuhan adalah yang paling bisa menentramkan dari sebesar apapun permasalahan. Tuhan menjadi satu-satunya tempat aku mengadu, aku bisa mencurahkan segala isi hati karena merasa Tuhan-lah yang benar-benar mengerti. Ketenangan akan kita rasakan jika Tuhan selalu kita hadirkan dalam kehidupan

Lanjutkan membaca “Lima Cara Membuat Pikiran Menjadi Tenang”

Tidak Untuk Saling Menghakimi

Bulan ramadan ini tentu menjadi kesempatan dari sebaik-baiknya pengampunan. Orang berlomba-lomba untuk mendapatkan qada dan qadar dari-Nya. Akan tetapi ada keresahan yang tersimpan ketika dibulan penuh keberkahan fenomena sosial sekarang ini justru lebih memperlihatkan keanehan orang-orang yang tidak mencerminkan kebaikan. Orang-orang lebih fokus mencaci sana sini, saling tuduh, saling menghakimi, dan menebar kebencian.

Semua sikap baik hampir habis terkikis bahkan sesuatu yang harusnya sudah menjadi budaya leluhur kita untuk tidak saling menghakimi menjadi samar-samar memudar. Seringkali kita menghakimi tanpa ada bukti. Orang jadi mudah marah lepas kendali karena cepat tersulut emosi.

Lanjutkan membaca “Tidak Untuk Saling Menghakimi”

Kita

Kita senang sekali memulai sesuatu dari titik nol. Kita juga senang sekali membiarkan sesuatu sampai benar-benar habis. Kita terlalu menikmati itu hingga terkadang membuat kita jadi hilang cerita.

Seharusnya kita bisa menyisakan sisa dengan beberapa cara agar kelanjutannya menjadi lebih berwarna. Bisa juga menyiraminya dengan iringan nada, atau potongan lagu yang menjadi favorit kita.

Namun heran rasa suka-suka begitu kuat mengikat pada diri kita, entah memang ada kesukaan lain yang lebih penting untuk dijaga atau tidak. Lantas tidak kah seharusnya semua ini ada baiknya tidak pernah ada jika benar iya.

Apakah kita terlalu memaksa?

Adakah kita saling merasa?

Siapa sebenarnya kita?

Telepon Genggam

Pukul 11 malam aku masih asik dengan bahan bacaan sambil merebahkan badan. Cerpen misbach kala itu membuat aku lupa perihal waktu. Memang saat-saat senggang seperti ini merasa punya banyak waktu hingga lupa mengatur kembali pola tidurku. Malam terasa menjadi lebih produktif, walau kenyataan tak bisa dibenarkan. Semua kembali pada masing- masing punya kenyamanan.

Kadang waktu malam seperti ini juga sering aku gunakan untuk sekadar bercengkrama dengan kawan yang sama terang menikmati keheningan malam. Aku teringat pesannya bilang tentang ketakutan dan keresahan dengan telepon genggam. Terdengar aneh, seringkali obrolan awal kami itu dari pesannya yang sering mengejutkan tanpa sapaan. Tapi aku suka caranya dengan tidak banyak basa-basi.

Lanjutkan membaca “Telepon Genggam”